date

Mon to Sat
8 AM to 10 PM

date

Call Us
(021) 6452121

Article Section

news

Terapi Sensori Integrasi

Terapi Sensori Integrasi (SI) merupakan jenis terapi yang mengedepankan pengorganisasian sensasi (indera). Tujuan dari terapi ini adalah agar otak dapat mengintegrasikan informasi yang berasal dari indera dengan baik sehingga tubuh dapat beraksi dan berespons sesuai dengan situasi lingkungan yang dihadapi dan dengan tujuan yang berarti (purposeful manner). Hal inilah yang nantinya akan menjadi pondasi dari kemampuan akademik dan perilaku sosial. Sensori integrasi merupakan bagian dari perkembangan anak, dan anak akan menggunakan pengalaman sensorinya untuk membangun kemampuan yang semakin hari semakin kompleks (building block). Terapi SI didesain untuk anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensori (Sensory Integrative Dysfunction), seperti pada anak-anak dengan ASD (Autism Spectrum Disorder), ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder), dispraksia, dll.  

 

Seperti yang sudah kita kenal selama ini ada 5 indera (panca indera) yaitu: penglihatan, pendengaran, pengecap, pembau, serta raba. Kelima indera ini merupakan indera yang memberikan kita informasi mengenai informasi yang datang dari luar tubuh. Selain itu ada 2 indera lagi yang juga penting yaitu yang dinamakan indera vestibuler dan indera proprioseptif. Keduanya merupakan indera yang memberitahu kita mengenai posisi tubuh, gerakan tubuh, dan hubungannya dengan gaya tarik bumi (gravitasi). Untuk indera vestibuler lebih mengarah pada keseimbangan dan gerakan kepala, sedangkan proprioseptif lebih ke arah posisi dan gerakan tubuh. Kesemuanya ini akan diintegrasikan di otak secara tidak sadar.

 

Sesungguhnya proses integrasi sensori ini berfungsi dan berkembang dengan urutan alami, tetapi pada beberapa anak lebih cepat dan lainnya lebih lambat. Setiap anak akan menggunakan aktivitas yang dilakukannya untuk mengembangkan suatu building block yang semakin lama semakin kompleks. Dalam terapi Sensori Integrasi Anak akan diberikan tantangan dalam bentuk permainan yang menyenangkan dan melibatkan semua indera agar anak dapat mengembangkan fungsi-fungsi motorik baru dan kompleks. Tantangan tersebut harus sesuai dengan kemampuan anak pada awalnya, yaitu tidak terlalu sulit, juga tidak terlalu mudah (just the right challenge) dan tantangan tersebut akan ditingkatkan semakin lama semakin sulit.. Idenya adalah melalui pengulangan, sistem saraf anak akan berespons dalam cara yang semakin terorganisir terhadap sensasi dan gerakan. Suatu terapi SI dikatakan berhasil apabila pada saat sesi terapi anak seolah-olah hanya bermain, dan tanpa sadar telah mengembangkan otaknya menjadi lebih terorganisir.

 

Terapi Sensori Integrasi

Share this article

Comment (0)

Leave Comment

FREE EBOOK!