date

Senin - Jumat 8 AM to 10 PM (sampai dokter selesai praktek)
Sabtu 8 AM to 7 PM (sampai dokter selesai praktek)

date

Call Us
(021) 6452121

Article Section

news

Pemakaian Gurita pada Bayi Baru Lahir

Kehidupan sehari-hari kita umumnya dipengaruhi oleh kebudayaan dan tradisi, termasuk dalam merawat bayi yang baru lahir. Banyak nasehat dan tradisi leluhur yang turun temurun. Salah satunya adalah penggunaan gurita. Gurita sering di gunakan pada ibu setelah melahirkan. Saat hamil, perut ibu akan kencang dan membesar dan setelah bayi keluar, perut akan terasa kendor sehingga gurita di pakai untuk mengurangi perut kendor. Nah gurita seperti ini sering pula digunakan pada bayi baru lahir.

Benarkah gurita bermanfaat pada bayi baru lahir untuk mengecilkan perut dan mengempiskan pusar bodong? Apakah gurita aman untuk bayi?

Penggunaan gurita pada bayi yaitu karena orang tua merasa khawatir melihat perut bayi yang besar, sehingga merasa perlu untuk menahan dengan kain gurita agar tidak bertambah besar dan menggelantung. Namun perut bayi yang terlihat besar ini merupakan keadaan normal dan sesuai untuk bayi. Hal ini terjadi karena perkembangan otot dinding perut bayi belum sempurna dan kuat sehingga perut terlihat tidak proporsional, terlihat seperti perut buncit. Seiring berjalannya waktu dan pertambahan usia, perut bayi akan mengecil dengan sendirinya. Hal ini terjadi karena otot dinding perut anak semakin kuat.

Pemakaian gurita pada bayi justru dapat menimbulkan hal hal yang tidak di inginkan yaitu antara lain:

  1. Ruam pada kulit.

Karena gurita di bebatkan agak ketat ke perut, hal tersebut dapat menimbulkan ruam tekanan pada kulit bayi yang masih sensitif. Dapat juga menimbulkan ruam alergi pada bayi akibat tertutupnya kulit sehingga sirkulasi kulit terhalang.

  1. Peningkatan suhu tubuh

Gurita yang terlalu ketat dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh, apalagi ketika bayi sedang mengalami demam.

  1. Gangguan pencernaan

Jika ikatan pada gurita menekan lambung, dapat menimbulkan gumoh atau refluks setelah menyusui. Lambung bayi baru lahir kecil seukuran kelereng, dan meningkat seiring usia hingga seukuran telur bebek (80-150 ml) pada usia 2-3 bulan. Katup lambung bayi pun masih belum menutup dengan kencang seperti pada orang dewasa. Dengan adanya tekanan pada perut, lambung yang tertekan dapat menyebabkan atau memperberat gejala gumoh atau refluks.

  1. Kematian tiba-tiba pada bayi (Sudden Infant Death Syndrome- SIDS)

Merupakan keadaan bayi sehat meninggal secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. SIDS sering terjadi saat bayi sedang tidur. Risiko SIDS meningkat pada keadaan tercekik, kekurangan Oksigen dan terjerat yang dapat dijumpai pada bayi yang dibedong ketat dan di tidurkan dalam keadaan tengkurap atau menyamping. Kejadian ini juga meningkat pada orang tua yang merokok. Pada bayi yagn di ikat erat dengan gurita, gerakan pernafasan dapat terganggu dan mempengaruhi pernafasan anak.

 

dr. Darmady Darmawan, Sp.A

Share this article

Comment (0)

Leave Comment

FREE EBOOK!