date

Senin - Jumat 8 AM to 10 PM (sampai dokter selesai praktek)
Sabtu 8 AM to 7 PM (sampai dokter selesai praktek)

date

Call Us
(021) 6452121

Article Section

news

5 Cara Meningkatkan Motivasi Diri Anak

Anak Anda sering terlihat tidak tertarik untuk ikut kegiatan? Atau susah sekali untuk mendorong anak aktif belajar? Bisa saja anak Anda memiliki motivasi diri yang rendah. Seorang anak yang memiliki motivasi diri biasanya ia didorong secara internal baik oleh minat yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukannya, paham tentang tujuannya ataupun adanya keinginan untuk mendapatkan imbalan atas keberhasilannya. Contohnya, walaupun seorang anak mungkin tidak memiliki minat terhadap pelajaran matematika, tetapi jika dia tahu bahwa lulus matematika kelas satu adalah satu-satunya cara untuk sampai ke kelas dua, maka anak akan bekerja keras untuk mencapainya.

 

Berikut ini 5 cara untuk mendorong timbulnya motivasi diri pada anak:

  • Dorong Bermain

Kegiatan anak tidak harus hanya belajar dan mengerjakan tugas saja. Tetapi, tetap berikan kesempatan anak untuk bermain karena permainan bebas memungkinkan anak untuk menjelajahi hal baru dan menemukan serta mengembangkan minatnya.

 

  • Bantu anak untuk merasakan kebersamaan dalam komunitas

Dorong anak untuk bergabung dalam komunitas kegiatan tertentu seperti olahraga, musik atau yang sesuai dengan hobi anak. Jika anak terikat erat atau memiliki rasa kebersamaan dengan teman satu tim maka anak akan bekerja lebih keras untuk kebaikan tim.

 

  • Berikan kesempatan untuk mandiri pada anak

Dorong motivasi diri anak dengan memberikan kesempatan untuk mandiri sambil tetap memberikan bimbingan.

 

  • Berikan pujian yang berfokus pada usaha anak

Dalam memberikan pujian, orangtua diharapkan dapat memuji betapa kerasnya mereka bekerja untuk mencapai tujuan itu baik ketika mereka berhasil atau gagal. Tujuannya untuk memastikan anak tetap bekerja, bahkan ketika tugas tampak sulit dikerjakan.

 

  • Belajar dari kesalahan

Biarkan anak belajar untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka atau belajar dari kegagalan yang dirasakan. Jika orangtua terus-menerus menyelamatkan anak dari kesulitan, maka mereka tidak akan belajar mengenai ketahanan dan pemecahan masalah mandiri. Seorang anak yang mampu memecahkan masalah dan percaya mereka dapat mengatasi hambatan akan lebih termotivasi diri.

 

Margaret Khoman, M.Psi, Psikolog

Share this article

Comment (0)

Leave Comment

FREE EBOOK!