date

Senin - Jumat 8 AM to 10 PM (sampai dokter selesai praktek)
Sabtu 8 AM to 7 PM (sampai dokter selesai praktek)

date

Call Us
(021) 6452121

Article Section

news

Pencegahan Hepatitis B

Bagaimana caranya menyelamatkan bayi Anda dari infeksi hepatitis B yang bisa berakibat seumur hidup?

 

Hi Bunda, bayangkan, Anda mengandung bayi selama 9 bulan. Selama hamil Anda mesti menjaga kehamilan, mesti mengubah kebiasaan yang Anda sebelumnya lalukan, makan juga mesti diatur, ke dokter secara berkala agar bayi lahir sehat. Tahukah Bunda bahwa waktu bayi dilahirkan adakemungkinan ia terkena infeksi hepatitis B dari Anda? Kenapa begitu? Karena Anda mungkin terinfeksi hepatitis B tanpa Anda tahu dan itu bisa menulari bayi Anda. Kenapa bisa tidak tahu? Karena Anda walaupun terinfeksi hepatitis B bisa tidak merasakan apa-apa. Seperti orang sehat saja.

Itulah sebabnya tidak semua ibu tahu status hepatitis B. Hanya kalau Anda periksa darah HBsAg barulah bisa diketahui. Bahkan saat hamil juga tidak selalu ibu hamil diperiksa HBsAg. Kalau hanya mengandalkan gejala, seorang yang terkena infeksi hepatitis B umumnya tidak ada merasakan gejala yang khas. Apa bahayanya kalau Bunda terkena infeksi hepatitis B?

Bila Bunda terinfeksi hepatitis B, risiko bayi Anda yang akan lahir terinfeksi saat lahir adalah bisa mencapai lebih dari 90%.

Kenapa repot kalau bayi sampai terkena infeksi? Masalahnya kalau bayi baru lahir terkena infeksi hepatitis B saat lahir ia akan terus terkena infeksi itu sampai dewasa. Hanya 1 dari 10 bayi yang bisa lolos sembuh, 9 sisanya bisa menjadi hepatitis B kronis, sirosis hati (penyakit hati yang berat) dan bisa juga mengalami kanker hati.

Lalu bagaimana caranya supaya bisa lolos dari bahaya ini?

 

Pertama Anda, sedang hamil atau tidak perlu tahu status infeksi hepatitis B. Caranya minta ke dokter untuk diperiksa HBsAg di laboratorium.

Bila hasilnya negatif, selamat, anda tidak terkena hepatitis B. Nanti kalau bayi Anda lahir, minta dokter (anak) untuk memberikan vaksinasi hepatitis B pada usia kurang dari 12 jam, setelah bayi diberikan injeksi vitamin K. Hal ini untuk memastikan bayi terlindung sejak dini terhadap hepatitis B. Ini juga berlaku untuk semua keadaan baik ibu yang tidak tahu maupun yang HBsAg-nya positif. Selanjutnya vaksin hepatitis B diberikan pada usia 1 bulan dan 6 bulan. Atau bisa juga yang kedua vaksin hepatitis B diberikan dengan vaksin kombinasi yang mengandung hepatitis B. Misalnya pentabio (usia 2,3,4 bulan dan 18 bulan) atau bisa juga menggunakan vaksin DTaP+HIB+POLIO+HepatitisB pada usia 2,4,6 dan 18 bulan.

Kalau Bunda ternyata HBsAg positif, maka bayi selain diberikan vaksinasi hepatitis B sebelum usia 12 jam, juga perlu mendapat imunoglobulin pada paha yang berbeda. Imunoglobulin ini kalau beli sendiri harganya mahal. Untunglah pemerintah melalui kementrian kesehatan sudah membuat program pemberian imunoglobulin ini dan gratis. Hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk informasi lebih lanjut.

Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B ini perlu dilanjutkan vaksinasi hepatitis B, seperti bayi dari ibu dengan HBsAg negatif. Bedanya, bayi yang ini perlu diperiksa HBsAg dan AntiHBs pada usia 9–12 bulan untuk memastikan bayi bebas infeksi hepatitis B dan sudah ada kekebalan terhadap hepatitis B atau belum. Dokter akan menjelaskan lebih lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut.

 

DR.Dr.Hanifah Oswari SpA(K)

Share this article

Comment (0)

Leave Comment

FREE EBOOK!