Tips Mengatasi Kebiasaan Mengemut Makanan pada Anak

Apakah anak Anda sering mengemut makanan atau menyimpan makanan di dalam mulut dalam waktu yang lama? Kebiasaan ini cukup sering terjadi pada balita maupun anak usia prasekolah. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan mengemut makanan dapat memengaruhi proses makan, asupan nutrisi, kesehatan gigi, hingga kemampuan oral motor anak.


Untuk mengatasinya, penting bagi orang tua memahami penyebabnya dan memberikan pendampingan yang tepat.

Mengapa Anak Sering Mengemut Makanan?

Ada beberapa alasan mengapa anak memiliki kebiasaan mengemut makanan, di antaranya:

  • Kemampuan mengunyah yang belum optimal.
  • Sensitivitas terhadap tekstur makanan tertentu.
  • Gangguan sensori atau oral awareness yang kurang.
  • Anak mudah terdistraksi saat makan.
  • Kebiasaan makan yang terbentuk sejak dini.

Jika berlangsung terus-menerus, anak berisiko mengalami kesulitan makan (feeding difficulty) dan tidak mendapatkan asupan nutrisi yang optimal.


7 Tips Mengatasi Anak yang Suka Mengemut Makanan


1. Berikan makanan yang sesuai dengan usia anak

Pilih makanan dengan tekstur yang sesuai dengan kemampuan mengunyah anak. Hindari makanan yang terlalu keras atau terlalu lembek agar anak lebih mudah mengunyah dan menelan makanan.


2. Biasakan makan bersama keluarga (Family Meal)

Makan bersama keluarga menjadi kesempatan bagi anak untuk meniru cara makan yang benar. Selain itu, family meal juga membantu anak mengenal berbagai jenis makanan dan tekstur baru dalam suasana yang menyenangkan.


3. Ciptakan suasana makan yang nyaman

Usahakan waktu makan berlangsung tanpa distraksi seperti televisi, gadget, atau mainan. Lingkungan makan yang tenang membantu anak lebih fokus mengunyah dan menyadari makanan yang masih berada di dalam mulutnya.


4. Berikan pujian saat anak makan dengan baik

Apresiasi setiap kemajuan yang ditunjukkan anak, misalnya saat berhasil mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Pujian sederhana dapat meningkatkan motivasi anak untuk membentuk kebiasaan makan yang positif.


5. Jelaskan dampaknya dengan bahasa yang mudah dipahami

Anak yang sudah lebih besar dapat diberikan penjelasan bahwa mengemut makanan terlalu lama dapat menyebabkan makanan sulit ditelan, mengganggu kesehatan gigi, dan membuat waktu makan menjadi lebih lama.


6. Lakukan aktivitas oral sebelum makan

Sebelum makan, lakukan stimulasi sederhana seperti menyeka wajah menggunakan waslap hangat atau mengajak anak meniup gelembung sabun (bubble), peluit, atau permainan meniup lainnya. Aktivitas ini membantu meningkatkan oral awareness sehingga otot mulut lebih siap untuk mengunyah dan menelan makanan.


7. Konsultasikan dengan dokter bila kebiasaan terus berlanjut

Apabila anak terus mengemut makanan dalam waktu lama, sering tersedak, sulit mengunyah, atau berat badan sulit bertambah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.


Kapan Perlu Membawa Anak ke Dokter?

Dokter akan mengevaluasi apakah kebiasaan mengemut makanan disebabkan oleh gangguan kemampuan oral motor, masalah sensori, atau kondisi medis lainnya. Pada beberapa anak, evaluasi oleh Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) dapat membantu menilai fungsi otot mulut, kemampuan mengunyah, serta kondisi sensori yang memengaruhi proses makan.

Dengan mengetahui penyebabnya, terapi dan latihan yang diberikan akan lebih tepat sasaran sehingga kemampuan makan anak dapat berkembang secara optimal.


Kesimpulan

Kebiasaan mengemut makanan pada anak umumnya dapat diatasi dengan latihan yang konsisten, suasana makan yang nyaman, serta pendampingan dari orang tua. Namun, bila kebiasaan ini berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu tumbuh kembang anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.


Konsultasikan Masalah Makan Anak di KiddieCare Centre

Apabila anak mengalami kesulitan makan, mengemut makanan, gangguan oral motor, feeding difficulty, atau keterlambatan kemampuan mengunyah, tim dokter dan terapis di KiddieCare Centre siap membantu melakukan evaluasi serta memberikan program terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak.


Artikel ditulis oleh : dr. Andreas Kurniawan Handjojo, Sp.KFR, CASI